YOU ARE MUSLIM TEEN !
Sebagai remaja yang gaul dan berpendidikan kita tidak hanya asal bergaul menikmati masa muda ini, banyak teman-teman yang memiliki argumen bahwa masa muda adalah untuk bersenang-senang, “Mumpung masih muda” kata mereka tanpa berpikir lebih jauh tentang kehidupan yang sedang mereka jalani. Saya yakin remaja muslim bukanlah remaja biasa yang gampang di ombang ambingkan oleh gelombang zaman yang super dasyat ini. Remaja muslim adalah remaja yang kuat, memiliki prinsip, kepribadian yang sempurna dan bertanggung jawab. apalagi remaja muslim memiliki bekal ilmu dalam menghadapi lika-liku kehidupan di zaman serba canggih ini. So, jangan ngaku remaja muslim kalo masih lembek di hantam zaman. Di sini kita sama sama mencoba berbagi ilmu dan kiat-kiat “Menjadi remaja gaul yang berpendidikan dan sukses dunia akhirat” sebagai salah satu sarana saling berbagi dan mengingatkan sesama muslim demi kokohnya remaja muslim sebagaimana yang telah di sabdakan oleh Nabi Muhammad SAW bahwasannya muslim itu bagaikan bangunan yang saling menguatkan satu sama lain. Dengan dasar hadist tersebut marilah kita timbulkan ghiroh terhadap pergaulan muslim yang memiliki batas kesopanan dan norma agama.
Dengan ilmu yang kita miliki, kita mampu mengimbangi pergaulan yang kita jalani di Indonesia saat ini dengan memilah memilih mana yang baik dan mana yang buruk meskipun tidak sedikit dari teman kita yang mengetahuinya namun masih saja larut di dalamnya di karnakan lemahnya ghiroh yang ia miliki. Ashab, sebelum mempelajari sosiologi pergaulan remaja ada yang lebih penting dari itu. Yupz, kewajiban kita sebagai remaja muslim yang tidak bisa di tinggalkan karna dari situlah sumber kepribadian kita terbentuk dan hal itu pula lah yang menentukan kebahagiaan kita di dunia dan di akhirat, jangan ngaku remaja muslim jika tidak tau dan tidak pernah melaksanakan kewajibannya seperti shalat, puasa dan sebagainya. Taukah kamu tentang syarat sahnya wudhu? Taukah kamu tentang rukun-rukun shalat? Hal yang membatalkan dan sebagainya? Banyak remaja muslim yang meremehkan hal tersebut bahkan mengabaikannya, tapi kita harus tetap ikhlas menjalani ibadah tersebut karna kalau tidak wah……jangan sampai kita menyandang status ‘Remaja Penghuni Neraka’ Naudzu billah min dalik!
Fase pertama
Fase pertama yang benar-benar harus kita utamakan yaitu meraih kebahagiaan akhirat dengan cara taat beribadah dan meninggalkan segala larangan Allah SWT karna di dalam hal tersebut terdapat ridho Allah SWT yang mana jika Allah sudah ridho terhadap hambanya maka tidak ada yang layak bagi hamba tersembut kecuali kebahagiaan berupa surga beserta isinya (Allahumma ijal na minhum) meskipun Allah SWT menyamarkan di mana ridho tersebut? Di ibadah fardu? Atau di ibadah sunnah? Bahkan bisa jadi ada pada hal yang mubah sekalipun. Pernah mendengar cerita pelacur berlumuran dosa yang masuk surga di sebabkan karna hal sepele? Saat itu dia melihat anjing yang kehausan kemudian timbullah rasa kasih sayangnya terhadap sesama mahluk Allah SWT, diapun memberi minum anjing tersebut menggunakan sepatunya. Sungguh hal yang tidak logis, tapi itulah kekuasaan dan kehendak Allah SWT banyak sekali pelajaran yang tersirat dari cerita tersebut,pernah juga mendengar kisah perjuangan imam besar? Imam sekaligus ulama besar Imam Gozhali? Kisah ini tercantum di kitab Nasoihul ibad, beliau adalah ulama yang taat beribadah, hari-harinya hanya di gunakan untuk beribadah dan mengarang kitab, salah satu kitab yang paling terkenal adalah kitab Ihya Ulumuddin, yang mana para ulama sepakat dengan kedasyatan kitab tersebut andai saja semua ilmu di dunia ini hilang dan yang tersisa hanyalah kitab Ihya Ulumuddin maka cukuplah karena kitab tersebut mencakup semua bidang ilmu. Alangkah hebatnya beliau dan kitab tersebut,tapi taukah kamu pahala ibadah yang ia miliki mana yang besar di mata Allah? Ibadah yang pahalanya paling besar adalah ketika beliau sedang mengarang kitab ada seekor lalat yang hinggap di tempat tinta dan meminumnya maka beliau diam dan membiarkan lalat itu minum sampai puas. Ashab, dari situlah Imam Gozhali mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT.Ana ajak antum mengasah otak, Dari dua contoh tersebut banyak sekali hikmah yang dapat kita jadikan pelajaran. Hikmah apa yang dapat antum simpulkan dari dua kisah tersebut? Pikirkan, renungkan dan amalkan!
Back to our topick, topik kita kali ini masih membahas tentang Ibadah dan maksiat, Apa yang antum raih dari kata IBADAH dan MAKSIAT? Jawabannya mudah, TAQWA! kita kembalikan saja masalah ini kepada para khotib shalat jum’at yang selalu berkewajiban mewasiatkan TAQWA ! TAQWA dalam arti kita sanggup dan mampu menjalankan perintah Allah SWT, dan meninggalkan larangannya! (duh kok jadi khutbah nih?) Itu adalah taqwa, lalu bagaimana perincian Ibadah dan Maksiat? Bantuk Ibadah itu bermacam-macam ada yang berbentuk qolbiyah seperti berdzikir,Tafakkur dan sebagainya. Ada juga yang berbentuk Lisan seperti berdzikir dengan melafadkannya, membaca Al-quran. Kemudian ada yang berbantuk qolbiyah,lisaniyah dan jawarih seperti shalat oleh karena itu di dalam rukun shalat ada yang namanya rukun qolbiyah,lisaniah, filiyah dan ma’nawiyah ana yakin antum sudah mengerti tentang 3 rukun yang pertama, sedangkan rukun ma’nawiyah adalah rukun shalat yang terakhir yaitu Tartib,Yupz…..Tartib juga termasuk rukun shalat, apa ada orang shalat di awali dengan salam? Enggak kan! Sebenarnya ada lagi bentuk-bentuk ibadah yang lain,yang bisa antum buka di kitab-kitab klasik (he….he……Af1 ana sengaja biar antum sering baca buku).
Kemudian bentuk-bentuk dari maksiat juga beragam, semua anggota tubuh kita ini dapat di jadikan sebagai sarana maksiat, jangankan mata, hati yang jelas jelas berada di dalam tubuh manusiapun dapat bermaksiat kepada Allah SWT bahkan maksiat yang paling sukar di sembuhkan adalah penyakit-penyakit yang berada di dalam hati, butuh terapi dan mujahadah besar untuk menghilangkannya. Jika mata bisa di pejamkan untuk meminimalisir maksiat, bagaimana dengan hati? Jika kaki bisa di tahan untuk tidak melangkah ke tempat maksiat, bagaimana dengan hati? Para wali Allah mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Allah karna ibadah dan mujahadah mereka membersihkan hati dari segala penyakitnya. Ada juga orang yang suka beribadah tapi masih belum bisa menjaga hatinya dari penyaki-penyakit tersebut maka orang tersebut masih jauh dari kedudukan Wali Allah. (Semoga kita di jadikan sebagai golongan yang pertama yaitu Wali Allah, Amin) But, Apakah kita mampu menjaga hati dari penyakit-penyakit tersebut? Apa saja penyakit-penyakit hati itu? Dan bagaimana cara mencegah atau mengobatinya? Adapun penyakit-penyakit hati seperti, Riya, Sum’ah,Sombong,Cinta dunia dan masih banyak lagi yang dapat antum baca di kitab Ihya Ulumudin yang pembahasanya begitu lengkap besera dengan cara mencegah dan mengobatinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar